ForProdiDPII / Kerja Sama

Kerja Sama

PELUANG KOLABORASI

Dari kebutuhan bersama menjadi kegiatan nyata.

ForProdiDPII mempertemukan program studi, organisasi profesi, industri, pemerintah, dan komunitas untuk mengembangkan pendidikan desain produk serta manfaatnya bagi masyarakat. Pilih kebutuhan, temukan mitra, dan ajukan rencana kegiatan.

Ajukan kerja sama
01

Studio & pembelajaran bersama

Studio lintas kampus dan lintas disiplin, proyek berbasis kebutuhan mitra, kelas kolaboratif, workshop, serta pembimbingan dan pengujian tugas akhir sesuai aturan kampus.

Luaran yang dapat disepakati: Brief, RPS/asesmen, prototipe, portofolio, dan refleksi belajar.

02

Mobilitas mahasiswa & dosen

Pertukaran mahasiswa, dosen tamu, short course, summer program, residensi, kunjungan laboratorium, magang, dan penempatan dosen di industri. Pengakuan kredit dan skema gelar bersama memerlukan kesepakatan serta persetujuan institusi.

Luaran yang dapat disepakati: Rencana belajar, pendampingan, asesmen, dan rekognisi yang disepakati.

03

Praktisi & pengembangan kurikulum

Praktisi mengajar, mentoring portofolio, panel masukan kurikulum, pemetaan kompetensi, etika profesi, dan telaah karya oleh akademisi serta desainer profesional.

Luaran yang dapat disepakati: Masukan kurikulum, materi ajar, umpan balik, dan perbaikan pembelajaran.

04

Riset & fasilitas bersama

Konsorsium riset, proposal pendanaan bersama, studi pengguna, ergonomi, budaya, material, keberlanjutan, teknologi, dan akses laboratorium atau fasilitas prototyping.

Luaran yang dapat disepakati: Proposal, dataset sesuai izin, publikasi, prototipe, dan pengujian.

05

Pengembangan produk & hilirisasi

Co-design bersama industri/UMKM, riset pasar, pengembangan material, DfM/DfA, kemasan, uji produk, pilot produksi, lisensi, dan inkubasi usaha berbasis karya.

Luaran yang dapat disepakati: Desain tervalidasi, spesifikasi, produk uji, serta rencana adopsi atau lisensi.

06

Pengabdian & pemberdayaan

Pendampingan UMKM/perajin, studio kampung/desa, desain layanan publik, inklusivitas, aksesibilitas, ekonomi sirkular, dan pelestarian pengetahuan lokal bersama komunitas.

Luaran yang dapat disepakati: Produk/layanan yang digunakan, modul, peningkatan kapasitas, dan evaluasi manfaat.

07

Mutu & pengembangan kelembagaan

Benchmarking, lokakarya CPL/OBE, telaah sejawat, pertukaran praktik baik, pengembangan data prodi, serta pendampingan bukti realisasi dan manfaat kerja sama.

Luaran yang dapat disepakati: Perbaikan yang diterapkan, register bukti, dan evaluasi per prodi.

08

Publikasi & pengetahuan desain

Publikasi bersama, pengembangan jurnal, buku, katalog, dokumentasi budaya material, repositori karya dengan izin, seminar, dan diseminasi hasil riset/pengabdian.

Luaran yang dapat disepakati: Artikel, buku/katalog, arsip, serta rekam kontribusi dan atribusi.

09

RAKERNAS/MUNAS & IIDSA

Temu mitra dan penyelarasan rencana kerja pada RAKERNAS/MUNAS; reviewer lintas kampus, praktisi, pameran, roundtable, sponsor, dan tindak lanjut pengembangan karya pada IIDSA.

Luaran yang dapat disepakati: Kesepakatan kegiatan, kontribusi mitra, dokumentasi, dan rencana tindak lanjut.

10

Jejaring internasional & karier

Kolaborasi dengan kampus/desainer luar negeri, joint workshop, pameran, riset, mentor alumni, proyek profesional, jejaring magang dan rekrutmen, sesuai kapasitas dan persetujuan para pihak.

Luaran yang dapat disepakati: Program dua arah, pengalaman lintas budaya, portofolio, dan peluang karier.

01

Antarprodi anggota forum

Jejaring anggota untuk studio bersama, pertukaran keahlian, riset, pengabdian, dan telaah sejawat. Logo menggunakan identitas institusi; nama program studi dicantumkan di bawahnya.

02

Organisasi profesi

ADPII tercatat dalam kegiatan IIDSA. Organisasi lainnya ditampilkan untuk penjajakan sesuai kebutuhan; pencantuman logo tidak menyatakan adanya perjanjian kerja sama.

Kolaborator IIDSA

ADPII

Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia

Kolaborator profesional IIDSA: perspektif profesi, praktisi, dan diseminasi karya.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

HDII

Himpunan Desainer Interior Indonesia

Peluang studio produk–interior, furnitur, material, dan praktisi.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

AIDIA

Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia

Peluang komunikasi produk, kemasan, informasi, dan pengalaman pengguna.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

IAI

Ikatan Arsitek Indonesia

Peluang desain produk untuk ruang, fasilitas publik, dan lingkungan binaan.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

IAP

Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota

Peluang desain layanan, sistem perkotaan, dan intervensi bersama masyarakat.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

ADGI

Asosiasi Desainer Grafis Indonesia

Peluang branding, komunikasi visual, portofolio, dan mentoring profesional.

Sumber organisasi / kegiatan
Jejaring profesi yang disebut dalam Naskah Akademik LAMDEPILAR

Selain ADPII, HDII, AIDIA, IAI dan IAP, naskah menyebut IALI (Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia), IARKI (Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia), IALHI (Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia), BKPSL (Badan Kerja Sama Pusat Studi Lingkungan), serta BKTHut–PII (Badan Kejuruan Teknik Kehutanan Persatuan Insinyur Indonesia). Peluang lintas bidang meliputi fasilitas publik, lanskap, desain berkelanjutan, material, dan riset lingkungan. ADGI merupakan tambahan jejaring desain grafis.

Lihat pemrakarsa LAMDEPILAR
03

Asosiasi program studi lintas bidang

Peluang kemitraan

ASPRODI DKV

Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia

Peluang kelas lintas prodi, riset komunikasi produk, kemasan, dan pameran bersama.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

APSDI

Asosiasi Program Studi Desain Interior Indonesia

Peluang studio produk–interior, furnitur, ergonomi ruang, dan kajian material.

Sumber organisasi / kegiatan
Peluang dengan rumpun DEPILAR lainnya

APTARI (pendidikan arsitektur), FPALI (pendidikan arsitektur lanskap), ASPI (sekolah perencanaan), ASARKI (sekolah rancang kota), PEPSILI (program studi ilmu lingkungan), dan FOReTIKA (pendidikan tinggi kehutanan) disebut dalam Naskah Akademik LAMDEPILAR. Peluang: studio ruang publik, riset habitat, material berbasis sumber daya lokal, ekonomi sirkular, dan pengabdian lintas disiplin.

Rujukan jejaring DEPILAR
04

Industri & dunia usaha

Peluang kemitraan

HIMKI

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia

Peluang jejaring produsen, magang, DfM, material, furnitur, kerajinan, dan akses pasar.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

PINDAD

PT Pindad

Peluang riset dan pengembangan produk, prototyping, ergonomi, dan proyek industri. Pernah berkolaborasi dengan Telkom University; kemitraan forum masih berupa peluang.

Sumber organisasi / kegiatan

Penjajakan juga dapat menyasar produsen furnitur, transportasi, peralatan rumah tangga, alat kesehatan, kemasan, tekstil, material, studio desain, dan UMKM. Bentuk kegiatan ditentukan dari kebutuhan serta kapasitas mitra.

05

Pemerintah & layanan pengembangan desain

Peluang kemitraan

IDDC

Indonesia Design Development Center

Peluang pendampingan desain bagi usaha, peningkatan nilai produk, jejaring desainer, dan pengembangan pasar.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang lain meliputi dinas perindustrian/perdagangan, koperasi dan UMKM, pemerintah daerah, museum, serta lembaga riset untuk program desain yang menjawab kebutuhan publik.

06

Komunitas & jejaring kreatif

Peluang kemitraan

OHS

Operations for Habitat Studies

Peluang studio kampung, riset habitat, pengetahuan warga, TA kolaboratif, dan lokakarya. Riwayat kolaborasi dengan Despro ITS tersedia pada sumber organisasi.

Sumber organisasi / kegiatan

Peluang kemitraan

ICCN

Indonesia Creative Cities Network

Peluang jejaring kota kreatif, proyek berbasis daerah, komunitas, pameran, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Sumber organisasi / kegiatan

Komunitas perajin, kampung/desa, penyandang disabilitas, pengelola bank sampah, dan kelompok budaya dapat menjadi mitra perumusan kebutuhan, co-design, pengujian, serta penggunaan hasil.

07

Ajukan kerja sama

Pengajuan ditinjau pengelola dan Task Force Kerja Sama untuk menentukan mitra, prodi peserta, serta tindak lanjut. Pengajuan belum menjadi persetujuan atau perjanjian.